KPK geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners Surabaya

  • Bagikan
Petugas KPK saat menggeledah kantor pengacara Rahmat Santoso & Partners Surabaya
Surabaya | Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners di Jalan Prambanan 5, Kota Surabaya.
“Ya cuma ini sih, pengecekan biasa aja sih. Tidak ada masalah yang terlalu signifikan. Cuma tanya-tanya saja,” ucap Rizky salah seorang pegawai, Selasa (25/2/2020).
Ia menambahkan, petugas KPK tidak mencari dokumen-dokumen saat melakukan penggeledahan. Tapi hanya mencari 3 DPO selama di kantor.
“Ya cuma tanya aja. Terus mereka cari DPO di kantor ini,” terangnya.
Rizky menjelaskan, petugas KPK yang berjumlah 10 orang hanya masuk sebentar ke kantornya.
“Tidak terlalu lama sih, karena cuma menyampaikan saja sih terkait DPO. Kalau DPO yang dicari di kantor ada 3,” jelasnya.
Ia juga membantah bahwa DPO Nurhadi yang saat ini di cari oleh petugas KPK ada hubungannya dengan kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners Surabaya.
“Gak ada hubungannya (pemilik kantor ini sama Nurhadi) yang kabarnya punya adiknya. Bukan, gak ada hubungannya. Karena yang dicari NH, terus mantunya, dan satunya siapa lagi, gak ada hubungannya sama NH pokoknya kantor ini. Ya pokoknya cari DPO,” lanjutnya.
Adanya penggeledahan kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners di Surabaya itu dibenarkan oleh Plt Jubir KPK Ali Fikri. Nurhadi ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Total uang yang diduga diterima Nurhadi sekitar Rp 46 miliar.
Selain Nurhadi KPK juga menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto yang diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. (ba/ip)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!