Dinilai Kurang Berintegritas, GMPD Geruduk Kantor KPU Sumenep

  • Bagikan
Aksi, Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD)
Sumenep | Puluhan pemuda  yang tergabung dalam organisasi Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) kembali turun ke jalan dalam rangka menuntut sebuah keadilan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep.
Salah satu tuntutan massa aksi diantaranya adalah meminta daftar hasil penilaian tes dari semua peserta calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), karena ada indikasi permainan dan ketidakjujuran dalam proses rekrutmen tersebut seperti adanya anggota partai pilitik dan guru sertifikasi yang lolos ke lima besar.
“Proses rekrutmen (PPK) memang sudah selesai, tapi KPU telah dan sedang mencederai amanat Undang-undang, masa iya anggota parpol dan guru sertifikasi lolos begitu saja” kata Subairi, salah satu peserta aksi kepada wartawan, kamis siang (20/02/2020).
KPU Sumenep dinilai kurang berintegritas sebagai penyelenggara pemilu, pasalnya ada indikasi pembiaran dan terkesan disengaja dalam meloloskan peserta calon PPK yang terindikasi parpol serta guru sertifikasi.
“KPU Sumenep telah sedang mencederai amanah undang-undang dan menodai reformasi, mereka tidak jujur, tidak adil, tidak profesional dan tidak netral sehingga integritasnya di ragukan.” ungkap Imam Hanafi Koordinator Aksi.
Pihaknya menyatakan bahwa seleksi PPK di Kabupaten Sumenep hanya formalitas belaka, sebab menurutnya KPU tidak memperhatikan hal-hal yang mencerminkan integritas, seperti kode etik anggota dan pengurus Partai Politik, Double Counting dan lainnya.
“Seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ini hanya sekedar lobrokan saja, karna pada kenyataannya banyak anggota partai politik yang lolos PPK, oleh sebab itu kami mempertanyakan integritas dan moralitas KPU,” pungkasnya. (hm/shaf)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!