DD/ADD Terus Meningkat, Tapi Lebih Dari 30 Persen Desa Di Sumenep Masih Tertinggal

  • Bagikan
foto ilustrasi Dana Desa (dok. istimewa)

Sumenep | Setidak-tidaknya ada 100 Desa di Kabupaten Sumenep yang berstatus tertinggal. Itu adalah jumlah yang cukup besar mengingat Sumenep mempunyai jumlah desa 330 yang tersebar di 27 Kecamatan, baik yang ada di daratan maupun di kepulauan.

Sebagaimana disampaikan Abuya Busyro Karim, Bupati Sumenep dalam Rapat Paripurna penyampaian Nota Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep pada Senin, 6 April 2020.
Ia menyampaikan dengan rinci bagaimana yang dimaksud dengan desa tertinggal, bahkan langkah apa yang akan dilakukan.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Kondisi di atas tidak berbanding lurus dengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020 yang meningkat dan mencapai Rp. 341,286 miliar dibandingkan tahun sebelumnya (2019) yang hanya sebesar Rp. 338,395 miliar.
Tak hanya itu, anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) juga mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2019 hanya sebesar Rp. 134, 375 miliar sedangkan di tahun 2020 mencapai Rp. 139,105 miliar.
“Sedangkan jumlah BUMDes yang sehat dari tahun 2018 ke 2019 tetap sebanyak 5. Sedangkan elektrifikasi kelistrikan tahun 2019 mencapai 63,04 persen, mengalami kenaikan 60,59 persen, mencakup daratan dan kepulauan,” Tandasnya.
Dalam rapat paripurna tersebut juga hadir Wakil Bupati Achmad Fauzi, Pimpinan DPRD Sumenep, pimpinan Fraksi, Forkopimda dan OPD Lingkungan pemerintah Sumenep. Sedangkan anggota DPRD bergabung melalui teleconference dari ruang fraksi masing-masing. (az/shaf)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!