Tergoda Kemolekan dan Tubuh Putihnya, Edi Wartoyo Cabuli Anak Tiri Hingga Melahirkan

  • Bagikan
Ilustrasi (dok. Istimewa)
Surabaya | Edi Wartoyo (34) warga asal Jalan Kupang Krajan IV, Surabaya tega menjadikan Melati (17) anak tirinya sebagai budak seks selama dua tahun.
Perbuatan bejat yang dilakukan membuat Melati hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kasus ini terbongkar setelah korban melahirkan anaknya di Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Minggu (22/3).
Bermula ketika korban mengeluh sakit, kemudian ibunya meminta tersangka untuk mengantarkan ke RS. Sesampainya di RS, dokter yang memeriksa korban memberitahu bahwa korban akan melahirkan.
Ibu korban langsung shock dan lemas mendengan keterangan dokter. Ditambah korban membuka suara bahwa anak yang akan dia lahirkan adalah hasil perbuatan bejat ayah tirinya.
“Ibu korban sempat meminta tersangka membayar biaya persalinan, kemudian baru melaporkan ke SPKT dan kami lakukan penangkapan tersangka di rumahnya,” ujar Pejabat Sementara (PS) Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Harun.
Harun menjelaskan, kasus ini bermula saat tersangka menikahi ibu korban pada tahun 2011 lalu. Awalnya mereka hidup bersama layaknya keluarga pada umumnya dan saat itu korban masih anak-anak.
Namun, setelah terpengaruh film porno yang sering ditonton dan tidak kuat melihat kemolekan tubuh anak tirinya akhirnya tersangka mulai melancarkan aksi bejatnya pada awal 2018 lalu. Tersangka yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol) lalu merayu korban yang duduk di kelas IX SMP.
Korban akhirnya termakan rayuan sehingga bisa disetubuhi tersangka pertama kali. Setelah persetubuhan pertama itu, korban dibelikan HP dan paketan internet.
“Kemudian berlanjut tiap minggu dua hingga tiga kali berhubungan layaknya suami istri,” tambahnya.
Hubungan terlarang itu, lanjut Harun, dilakukan tersangka dan korban di kamar rumahnya saat ibu korban tidak di rumah karena bekerja di kawasan Tambak Langon, Surabaya.
Akibat perbuatan yang dilakukan, korban pada Juni 2019 hamil dan menceritakan kepada tersangka. Bukannya jera, tersangka malah sering menyetubuhi korban hingga awal Maret 2020.
Sementara itu tersangka Edi Wartoyo mengaku menyetubuhi korban karena tergoda tubuh putih dan kemolekan sang anak tiri. 
“Saya belikan HP dan paketan. Selanjutnya saya janjikan apapun asal dianya mau,” ucapnya di depan penyidik. (ba/mh)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!