Polsek Prenduan Dinilai Lamban Tangani Kasus, Warga Kaduara Timur Ini Rugi Ratusan Juta

  • Bagikan
Tuhasbirullah, Warga Kaduara Timur Kecamatan Pragaan Sumenep
Sumenep | Peristiwa yang menimpa Tuhasbirullah warga asal Desa Kaduara Timur Kecamatan Pragaan Sumenep Madura tak kunjung menemukan titik terang. Kasus pencurian ayam dan pengrusakan kandang ayam petelur miliknya yang terjadi pada tanggal (15/4/2020) sampai saat ini tidak ada kabar tindak lanjut dari pihak kepolisian. 
Padahal kejadian tersebut sudah lama dan telah dilaporkan kepada Polsek Prenduan tanggal 23 April 2020 sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL/16/IV/2020/JATIM/RES.SUMENEP/SEK.PRENDUAN.
Pencurian dan pengrusakan itu diduga dilakukan oleh teman dekatnya sendiri, Ahmad Jaelani warga asal Kolor Sumenep dan Syaiful Jalal warga asal Larangan Pereng Pragaan, namun anehnya dari pihak polsek Prenduan seakan tidak mau melanjutkan terkait laporan yang telah diterimanya.
Menurut pengakuannya, Kronologi kejadian tersebut bermula pada hari Rabu, 15 April lalu sekitar pukul 10:00 WIB,  Ahmad Jaelani datang kerumah Tuhasbirullah dan mengatakan akan menjual ayam yang telah dititipkan padanya sebanyak 700 ekor.
“Alasannya karena ada yang mau beli dan minta kunci kandang pada saya, jadi saya kasih kunci tersebut dan saya tidak menduga akan mengosongkan kandang yang berisi kurang lebih 3.700 ekor ayam itu. Tiba-tiba banyak orang di sekitar kandang ayam, bahkan saya sangat takut untuk melihatnya karena banyak orang yang tidak saya kenal,” Jelas Tuhas panggilan akrab Tuhasbirullah kepada wartawan berandajatim.com, Kamis (7/5/2020). 
Bahkan, lanjut Tuhas, banyak preman disekitar kandang ayam miliknya dan tidak ada yang ia kenal kecuali hanya dua orang yang bernama Syaiful Jalal dan Fathor Rahman Warga Sentol Daya Pragaan yang menjadi (sopir).
“Setelah orang-orang itu tidak ada lagi disekitar kandang, saya lihat ternyata semua ayam itu sudah ngga ada lagi,” imbuhnya.
Nahasnya, tidak hanya ayam, ia juga mengaku bahwa pakan ayam sebanyak 18 karung serta telur sekitar 300kg tidak lagi ia lihat dikandang miliknya. Belum puas disitu, Jaelani dan segerombolannya juga masih merusak kandang ayam petelur milik Tuhasbirullah.
“Sehingga, saya mengalami kerugian sebesar Rp. 361.600.000 lebih karena kejadian ini,” Tegasnya.
Berdasarkan keterangan dan STPL tersebut, salah satu Aktivis JATIM asal Kecamatan Pragaan Mohammad Imam menduga ada Monopoli atau konspirasi antara pihak penegak Hukum dengan Terlapor. 
“Seharusnya Polsek Prenduan mengambil sikap secepat kilat dalam menghadapi kasus seperti ini, minimal 1×24 jam dan 7×24 jam maksimal sudah tertangkap pelakunya,” Ujar Imam saat dikonfirmasi berandajatim.com
Apalagi, lanjut imam, nama dan pelaku kasus tersebut sudah jelas dalam STPL yang dimaksud.
“Berarti jika sampai saat ini belum ada titik jelas, kami menduga ada konspirasi dan monopoli antara pihak pelaku dan polsek Prenduan, ada apa dengan Polsek Prenduan ini?,” pungkasnya (mj/shaf)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!