Ijazah ditahan, Alumnus UWKS Ancam Akan Bawa ke Meja Hijau

  • Bagikan
Nor Kholis (tengah, memegang kertas), Alumnus UWKS yang menjadi korban penahanan Ijazah
Nor Kholis (tengah, memegang kertas), Alumnus UWKS yang menjadi korban penahanan Ijazah

Surabaya | Kasus Penahanan Ijazah yang dilakukan oleh pihak Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali terkuak. (21/11)

Nor Kholis, salah seorang alumnus mengaku geram karena sejak lulus pada 2018 lalu hingga saat ini tidak bisa mengambil Ijazahnya. “Kampus sengaja menahan ijazah kami karena dulu pernah saya demo,” Ujar Nor Kholis dalam keterangan tertulisnya.
Pria yang akrab disapa Kholis itu menambahkan bahwa tidak hanya Ijazah yang ditahan pihak UWKS akibat sikap kritisnya terhadap kampus, ia juga diberhentikan diluar prosedur sebagai gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
“Ini jelas sangat tidak rasional, karena secara kewajiban akademis saya sudah selesai semua, sudah diwisuda juga, dan kalau bicara soal kritik dan demo kami selalu melakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan itu memang bagian dari hak dan kewajiban kami sebagai mahasiswa,” papar pria asal Probolinggo tersebut.
Karenanya, Kholis sebagai korban penahanan Ijazah melalui kuasa hukumnya, Moh. Taufik, S.I.Kom., SH., MH., mengaku telah melakukan somasi atau teguran pertama pada tanggal 3 November lalu, akan tetapi hingga kurun waktu dua pekan setelah somasi dilayangkan, pihak UWKS tidak merespon dan terkesan abai terhadap somasi tersebut.
Geram dengan perlakuan pihak UWKS, akhirnya Kholis melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi untuk kedua kalinya pada Jumat, 20/11/2020.
“namun sampai detik ini belum ada tanggapan dari kampus, sehingga apabila pihak kampus tidak menjawab surat kami dan tidak mengembalikan ijazah yang menjadi hak kami, maka kami akan menempuh jalur hukum baik secara pidana dan perdata” Tutup Kholis.
Sementara itu, Moh. Taufik, kuasa hukumnya mengaku bahwa perlakuan kampus UWKS telah memenuhi unsur pidana dalam pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)
 “Negara ini adalah negara hukum, semua yang dilakukan oleh pihak kampus (UWKS) akan dipertanggungjawabkan didepan hukum. Ini bukan main-main, menahan dan menggelapkan Ijazah yang menjadi Hak klien saya dapat diancam Pidana kurungan 4 tahun,” Papar Moh. Taufik kepada wartawan (21/11)
Sementara itu, Ifan Alexander, Ketua Forum Mahasiswa Jatim (FORMATIM), menyatakan siap untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas, bahkan pihaknya mengaku akan mengerahkan pengurus dan anggotanya.
“Tindakan UWKS tidak bisa ditoleransi, diskriminasi kepada mahasiswa harus dihentikan, dan saya meminta kepada teman-teman mahasiswa agar tidak takut dalam memperjuangkan keadilan,” Ujar pria yang karib disapa Alex kepada wartawan.
Lebih lanjut, Alex menegaskan, bahwa apabila pihak UWKS tidak merespon somasi korban ia mengancam akan melakukan aksi solidaritas didepan kampus UWKS dalam rangka mengawal dan memberikan dukungan kepada korban. “agar kasus seperti ini tidak terulang kembali sehingga menjadi pelajaran kepada kampus lain khususnya yang ada di Jawa Timur,” Pungkasnya. (bd/md)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!