Empat Hari Pipa Utama Bocor, PDAM Surya Sembada Rugi Mencapai Miliaran Rupiah

  • Bagikan
Mujiaman, Direktur Utama PDAM Surya Sembada
Surabaya | Setelah empat hari mengalami kebocoran pipa jaringan di Purimas Gunung Anyar, Surabaya. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada dikabarkan mengalami kerugian hingga miliaran Rupiah yang terhitung mulai Kamis (5/3) sampai Minggu (8/3).
Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman, mengatakan bahwa setidaknya PDAM Surya Sembada mengalami kerugian sebanyak Rp. 2,5 Miliar setiap harinya ditambah dengan kerugian lainnya.
“Rp. 2,5 Miliar itu satu harinya, ini empat hari. Belum mereka free itu membutuhkan alat tenaga kerja, bahan, segala macem itu yang cukup besar,” ujar Mujiaman pada, Senin (9/3/2020).
Mujiaman mengatakan selain berdampak pada kerugian finansial, kebocoran pipa jaringan itu juga berdampak pada ekonomi pengguna PDAM itu sendiri. sebagaimana diketahui terdapat 180 ribu KK di tujuh kecamatan yang terdampak bocornya pipa PDAM tersebut. Yakni Kecamatan Wiyung, Rungkut, Gununganyar, Sukolilo, Kenjeran, Semampir dan Bulak.
“Kalau uang kita rugi langsung, tapi kalau ekonomi, ini akan sangat besar kita perlu sense of belonging. Jadi ketika ada masalah jangan dulu pikirkan kerugian pribadinya, lebih luas adalah kerugian kota. Kota ini rugi besar. kalau PDAM-nya rugi kecil,” terangnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  pipa 1.000 mm atau yang disebut pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) sebelah timur pecah karena adanya kegiatan kontraktor yang menanam paku bumi.
“Awalnya dibuat dengan bahan beton ternyata tidak bisa menembus pipa yang tebal itu. Namun mereka bukannya mencari apa penyebabnya, mereka mencari alat yang lebih tajam lagi yaitu besi pejal. Dengan kekuatan 120 ton ditembuskan ke pipa akhirnya jebol,” paparnya.
Sampai di situ, menurutnya masalah belum selesai. Kemudian diangkat sedikit airnya keluar di mana posisi alat di atas lebih dari 10 ton.
“Itu kalau sampai air muncrat maka akan merusak. Kita kerja sama naik pelan-pelan airnya mengalir sampai bisa ditoleransi mesin itu, tapi ternyata sudah terlambat begitu alat bergeser. Gesernya lama karena alat berat. Ketika kita mulai menggali, tanah itu dulu kedalamannya dua meter. Ternyata sekarang empat meter. Bahan penguruknya juga sirtu. Ketika kita keruk, ambrol, keruk ambrol. Kita pasang steel sheet pile juga bocor. Lama-lama juga bisa ambrol,” jelasnya.
Selain itu, Pengerjaan juga terhalang hujan deras. Bahkan membuat air bocor ke mana-mana dan air yang membebani hingga masuk ke lubang. pihaknya menargetkan perbaikan pipa bocor itu dirampungkan pada Minggu (8/3).
“Tantangan berikutnya adalah nguras air. Kalau gak dikuras kita gak bisa memperbaiki,” pungkasnya. (ba/ip)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!