Di Duga Ada Konspirasi Dengan Terlapor, Tuhasbirullah : Belum Ada Kabar Tindak Lanjut Dari Polsek Prenduan

  • Bagikan
Foto : Tuhasbirullah

Sumenep | Kepolisian Sektor (Polsek) Prenduan seakan tak mau melanjutkan kasus yang menimpa Tuhasbirullah, warga asal Desa Kaduara Timur Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Madura.

Menurut pengakuan Tuhas (panggilan akrabnya) Dua kasus, pencurian dan pengrusakan yang menimpa dirinya telah dilaporkan ke Polsek Prenduan pada tanggal 23 April 2020, namun pihak Polsek meminta korban untuk melaporkan satu kasus saja yaitu pencurian dan memberi jangka waktu pada tanggal 30 April 2020 untuk melaporkan kasus pengrusakannya.
“Saya datang lagi tanggal 30 nya, untuk melaporkan kasus pengrusakan dan dimintai keterangan terkait kasus pertama,” kata Tuhas kepada berandajatim.com, Minggu (31/5/2020).
Tuhas mengaku bahwa dirinya merasa heran dan kecewa terhadap Polsek Prenduan yang dinilainya lamban bahkan terkesan pilah-pilih dalam menangani kasus yang dialaminya.
Pasalnya, Semula Polsek Prenduan telah memberikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/16/IV/2020/JATIM/RES.SUMENEP/SEK.PRENDUAN. Tertanggal 23 April 2020, terkait kasus pencurian yang Ia laporkan. 
Tuhas, saat melihat kandang ayamnya yang sudah rusak
Namun setelah melaporkan kasus pengrusakan tersebut, kemudian dari pihak Polsek Prenduan datang kerumahnya untuk menarik kembali STPL tersebut.
“Iya ditarik lagi dan mengganti dengan surat yang baru, redaksinya sedikit berbeda tapi nomor surat dan tanggal pembuatannya sama” tambahnya.
Tuhas berharap, tidak ada konspirasi antara pihak kepolisian dengan terlapor karena hal tersebut juga menyangkut tugas pokok dan fungsi serta kode etik profesi sebagai seorang polisi.
“Semoga berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, lagipula yang saya laporkan sudah jelas dan saksinya juga ada. Saya kira cepat selesailah,” Pungkasnya
Dalam laporannya, Pencurian dan pengrusakan kandang ayam petelur yang terjadi pada 15 April 2020 itu diduga dilakukan oleh teman dekatnya sendiri, Ahmad Jaelani warga asal Kolor Sumenep dan Syaiful Jalal warga asal Larangan Pereng Pragaan dan Fathor Rahman Warga Sentol Daya Pragaan.
Akibatnya, Tuhasbirullah mengalami kerugian sebesar Rp. 361.600.000. (az/shaf)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!