Aliran Sungai di Kecamatan Manyar Gresik Berubah Warna Menjadi Orange

  • Bagikan
Air sungai di Kecamatan Manyar Gresik Berubah Warna Orange
Gresik | Aliran air sungai di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik berubah warna menjadi orange, tampak di lokasi beberapa kerumunan warga yang sedang menyaksikan fenomena tersebut. 
Aparat Kepolisian Resort Kabupaten Gresik masih menyelidiki tumpahan yang diduga adalah pupuk pewarna yang membuat sungai berubah warna menjadi orange, kini polisi sedang menyelidiki apakah ada unsur pidana dari kejadian tersebut.
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan insiden tumpahan bahan baku pewarna pupuk itu membuat sungai berubah warna, dan bisa dikenakan UU Tindak Pidana Lingkungan Hidup.
“Kami telah mengambil contoh air di sungai itu dan diajukan ke laboratorium, tujuannya untuk memastikan bahaya atau tidak,” kata Kusworo kepada wartawan, Jumat (31/1/2020).
Selain itu, DLH Kabupaten Gresik Bahtiar Gunawan mengaku juga telah mengambil sampel air tersebut serta telah memanggil pemilik gudang.
“Air ini merupakan cairan pewarna ZA milik PT. Petrokopindo Cipta Selaras (PCS). Melihat air yang sudah menggenangi selokan, kami telah memanggil pemilik gudang untuk segera melakukan penanganan agar tidak mengalir ke mana-mana,” katanya.
Berdasarkan informasi dari sejumlah warga bahwa sungai tersebut sejalur dengan gorong-gorong pembuangan milik PT. PCS, disinyalir ada kelalaian dari pengelola sehingga pewarna itu bisa tumpah dan meluber sampai gorong-gorong dan sungai.
Sementara itu, Direktur operasional PT PCS, Mardada mengakui bahwa ada kelalaian yang membuat drum kesenggol dan jatuh ke dalam saluran pembuangan air di dalam gudang dan mencemari selokan.
Pihaknya mengklaim bahwa zat pewarna pupuk urea dan ZA yang tumpah tersebut dinilai aman bagi lingkungan dan warga tidak usah khawatir akan hal tersebut.
“Ini pewarna kok, yang jelas aman untuk lingkungan,” kata Mardada. (iz/ip)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!