Bupati Ikfina Tekankan Penurunan Angka Kemiskinan dan Pengangguran Terbuka

  • Bagikan

Mojokerto – Bupati Mojokerto, Jawa Timur, Ikfina Fatmawati  menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten. Mojokerto Tahun 2022. Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Mojokerto dengan menghadirkan peserta 100 Orang dan Daring 75 orang sesuai protokol Kesehatan.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga  Wakil Bupati Mojokerto (Muhammad Albarraa),  Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander bersama Forkopimda lainnya seperti Kejari, Ketua DPRD, Kepala  OPD dan Camat di Hotel Padepokan Cahaya Putra Trawas Mojokerto. Selasa (30/03/2021).

Saat memberikan sambutan, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menekankan agar penguatan dan percepatan belanja Pemerintah serta belanja APB Desa, dapat menjadi stimulus yang mendorong percepatan pemulihan perekonomian. Terutama penyerapan APBD.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto harus jadi Pemerintahan yang adaptif dan mampu mengadopsi berbagai perkembangan situasi obyektif Daerah.

Menurut Ikfina seperti dinamika perubahan regulasi refocusing anggaran, maupun penyederhanaan Birokrasi. Perubahan paradigma pembangunan dari money follow function menjadi money follow program, dan pemilihan program prioritas harus benar-benar dilakukan.

“Jangan sampai program, kegiatan dan sub kegiatan yang direncanakan untuk tahun 2022, tidak berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Apalagi tidak berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan,” tandasnya.

Menurutnya, dari sekian banyak progres dan dinamika pembangunan yang disampaikan, Ia mengingatkan upaya menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka, serta meningkatkan sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Ikfina menambahkan bahwa sektor pertanian berjalan baik dan tidak terdampak pandemi, sehingga itu bisa jadi pertimbangan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. ” Angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka harus diturunkan. Begitu juga dengan SPBE yang harus ditingkatkan. Tidak boleh ada yang merasa kerjanya paling bagus sendiri. Karena semuanya adalah satu kesatuan tersistem,” tandasnya.

Usai menyampaikan  sambutan Bupati Ikfina  menyapa pelaku Ekonomi Kreatif yang merupakan  asli warga Mojokerto, seperti kain batik lukis Majapahit, Kopi Trawas, penggemar otomotif Slowwork sebagai perwakilan dalam acara musrenbang. (Sur/Red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!