Resep Bupati Sampang Pertahankan Zona Hijau Covid-19

  • Bagikan
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi (kiri) bersama Bupati Sumenep dalam video teleconference dengan Pemprov Jatim
Surabaya | Kabupaten Sampang menjadi salah satu diantara dua daerah yang hingga kini masih berstatus zona hijau covid-19 di Jawa Timur (Jatim) karena tak satupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kasus positif covid-19 di Kabupaten Sampang.
Dalam video teleconference dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta Sekdaprov Heru Tjahjono. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi berbagi resep tentang kemampuan Sampang bertahan menjadi zona hijau tanpa satupun pasien PDP maupun positif covid-19.
“Kami aktif turun ke lapangan untuk memantau warga kami. Sore ini kami juga masih di lapangan, mobil kita sedang mogok tengah hutan karena kami dengar ada hajatan pernikahan, kami meminta supaya itu diundur saja setelah covid-19 ini berlalu,” katanya mengawali cerita.
Ia menambahkan bahwa Meski masih zero corona, di Sampang ada 281 orang warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 10.000 orang warga yang berstatus Orang Dalam Risiko (ODR) yang seluruhnya saat ini berada dalam pengawasan ketat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.
“Insyaallah besok Senin (13/4) kita panggil seluruhnya, kepala puskesmas, postu dan polindes, kami akan melakukan pendataan. Sekarang ini sudah ada 10 ribu lebih warga kami yang sampai di desa-desa kita lakukan isolasi,” Imbuhnya
Setelah mengumpulkan para kepala puskesmas dan petugas kesehatan lainnya tersebut, Slamet Junaidi ingin mendapat data real ODR di Kabupaten Sampang yang kemudian akan diminta untuk melakukan isolasi diri. 
“Pemkab juga akan hadir untuk mencegah mereka (ODR, red) agar tidak keluar rumah” Tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ODR di Kabupaten Sampang adalah pekerja migran yang mudik dari Malaysia, Spanyol dan Amerika Serikat (AS) dan negara lain yang kemudian oleh Pemkab Sampang mereka diberi prioritas untuk dilakukan monitoring.
“Adapun ODP kita di Sampang, kita selalu melakukan monitoring. Siang malam kita gerak bersama karena Gugus Tugas kita sampai desa,” tegasnya.
Sejatinya, tambah Bupati Slamet Junaidi, ada warganya yang masuk PDP setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji di Surabaya. Akan tetapi setelah mengikuti pelatihan, warga tersebut pergi ke Malang dan kemudian pulang ke Pamekasan.
Selain itu, Ditengah wabah covid-19 seperti sekarang, Pemkab Sampang juga berusaha agar perekonomian warga Sampang tetap jalan. salah satunya, Bupati Slamet Junaidi meminta Warga untuk memakai masker dengan memberdayakan UKM. Warga membuat masker mandiri dari kain dan dilapisi tisu dan akan dibeli pemerintah melalui anggaran dana desa.
“Saya juga ingin masyarakat Sampang tidak sampai belanja di luar Sampang, jadi belanja kebutuhan ya cukup di Sampang saja,” tandasnya. (fr/shaf)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!