Kasus Covid-19 Makin Meningkat, Apa Kabar RSUD Sidoarjo Wilayah Barat ??

  • Bagikan
Achmad Bobby Adi Dharmawan, salah satu aktivis kartar di kecamatan Krian
Sidoarjo | Wacana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo  wilayah barat hingga kini belum ada kejelasan.

Padahal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo tahun 2020 sudah ditetapkan senilai Rp. 120 miliar. Namun hingga kini proyek RSUD Sidoarjo barat tepatnya di Desa Tambak Kemerakan Kecamatan Krian belum juga di bangun.

Menurut Achmad Bobby Adi Dharmawan, salah satu aktivis karang taruna di Krian mengatakan bahwa perdebatan mengenai mekanisme pembangunan RSUD tersebut telah rampung sejak Rabu (19/2/2020) lalu.

“Namun, sampai hari ini belum ada kejelasan dimulainya pengerjaan proyek itu. Sedangkan masyarakat sidoarjo sangat membutuhkan,  apalagi ditengah wabah covid-19 seperti sekarang” Kata pria yang akrab disapa Bobby tersebut pada Jum’at, 10/04/2020.

Karena itulah Bobby juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dinilai kurang responsif terhadap kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat sesuai standarisasi WHO, ditengah pandemi covid-19 ini.

“Seharusnya legislatif juga mendesak eksekutif, untuk segera dibangun RSUD Sidoarjo barat, seperti mendesak perubahan pada skema pembangunannya’,” terangnya

Artinya, kata Bobby jauh sebelum pandemi covid-19 yang baru beberapa bulan ini merebak di Sidoarjo, perdebatan skema pembangun RSUD Sidoarjo barat belum berdampak pada terpenuhinya kesehatan masyarakat Sidoarjo.

“Dan tidak logis ketika corona dijadikan alasan, karena itu (Pembangunan RSUD, red) sudah diketok dengan anggaran yang jelas Februari tahun lalu” Tutupnya.

Sementara itu, Anggara Tri Suwito, Relawan Posko Siaga covid-19 Sidoarjo mengatakan bahwa salah satu bukti Sidoarjo sangat membutuhkan rumah sakit adalah semakin meningkatnya jumlah kasus corona di Sidoarjo dan bahkan belum terprediksi kapan berakhirnya wabah tersebut.

“ODP, PDP dan positif covid-19 terus bertambah, sepertinya ini belum dilihat oleh pemda. padahal Pembangunan proyek ini adalah untuk mengatasi kekurangan sumber daya medis yang ada” ujarnya saat dikonfirmasi berandajatim setelah shalat Jum’at (10/04/2020)

Pria yang akrab disapa Anggara itu menuturkan bahwa Menurutnya, belum terbangunnya RSUD Sidoarjo barat, menurutnya tidak bisa dipungkiri akibat skema pembangunannya yang tak kunjung selesai diperdebatkan.

Padahal, lanjut dia, apabila RSUD Sidoarjo barat sudah terbangun, tentu bisa menjadi alternatif perawatan khusus pasien covid 19.

“Selain bantuan ekonomi akibat lockdown. Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat bisa jadi solusi, karena kita tak mampu memprediksi seberapa banyak kita butuh ruang isolasi untuk penanganan pasien covid-19 yang terus melonjak” Pungkasnya.. (md/hm)
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!